PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

                                         ARTIKEL REFLEKSI AKSI NYATA 3.3

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

OLEH

BETTRY WAHYUNI

 

Setahun lebih sudah pembelajaran tatap muka di setiap hampir di seluruh Indonesia ditiadakan akibat pandemi. Pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di kelas berubah menjadi belajar dari rumah. Hal ini diakibatkan pandemi akibat virus covid19 yang terus merambat ke seluruh negeri. Untuk mengurangi dan memutus rantai penyebaran, maka sekolah dihimbau untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah.

Pembelajaran dari rumah tidak semudah dibayangkan. Banyak orang tua yang mengeluh ketika anaknya disuruh belajar malah bermalas-malasan dan asyik bermain hp. Ketika ditanya terhadap anakpun mereka memiliki respon yang berbeda. Ada yang malas baca buku, ada yang bosan mengerjakan tugas tersu setiap hari bahkan mereka beralasan bahwa kalau dikirim video pembelajaran melalui youtube akan menghabiskan kuotanya. Kenyataannya mereka memilki wifi di rumah dan asyik bermain game online bersama teman-temannya yang lain.

Menyikapi hal ini, saya melakukan perubahan dalam pembelajaran saya. Saya membuat program pembelajaran yang langsung berdampak kepada murid. Saya memberikan kelulasaan bagi peserta didik saya dalam menyampaikan materi pembelajaran melalui platform media yang ada. Dari program ini, maka pembelajaran di kelas saya menjadi menarik.


Dari pelaksanaan program pembelajaran yang saya jalani ini, membuat perasaan menantang dan ketertarikan bagi peserta didik saya. Mereka ingin menunjukkan kepiawaian mereka dalam menggunakan platform pembelajaran yang tersedia secara gratis di internet. Para peserta didik ingin menampilkan hasil tugas mereka dalam menggunkan paltform pembelajaran yang mereka pilih. Alhasil mereka giat mencari informasi terkait media pembelajaran yang biasa dipakai ketika pembelajaran.

Hal ini tentunya membuat kepuasan tersendiri bagi saya sebagai seorang guru. Yang awalnya peserta didik saya malas-malasan mengikuti pembelajaran secara virtual (Cuma beberapa peserta didik yang rutin masuk kelas secara virtual), sekarang malah hampir semuanya masuk kelas (1 anak tidak memiliki gadget dirumah karena alasan ekonomi yang 2 lagi tidak memiliki gadget sendiri untuk mengikuti pembelajaran secara virtual karena mengandalkan hp orang tua mereka.

Melihat mereka antusias mengikuti pembelajaran secara daring, membuat hati saya sedikit terobati karena di awal tahun pembelajaran saya merasa tertekan mengadakan pembelajaran dari rumah yang hanya diikuti beberapa peserta didik saja. Namun dengan adanya program ini, membuat saya bersemangat melaksanakan pembelajaran setiap harinya dan begitu pula dengan peserta didik di kelas saya.

Dari pelaksanaan program pembelajaran yang berdampak pada murid ini, saya dapat mengetahui potensi beberapa anak dalam mengusai teknologi dan platform pembelajaran online. Saya merasa bangga memiliki peserta didik yang mampu memadupadakan perkembangan teknologi ke dalam pembelajaran yang di kelas. Walaupun mereka membuat secara sederhana, namuun sudah menampakkan ketertarikan mereka dalam pembelajaran.

Sebagai seorang guru saya menemukan bahwa setiap saat bisa saja terjadi perubahan dalam berbagai hal. Tidak terkecuali dalam pendidikan. Guru harus bijak menggunakan perkembangan teknologi dalam mendukung pembelajaran yang mereka laksanakan di dalam kelas. Apalagi selama pandemi, tingkat stres atau tertekan seseorang karena keterbatasan dalam melakukan kegiatan membuat mereka ingin melakukan sesuatu yang menantang namun tidak melanggar protokol kesehatan.

Jadi walaupun pembelajaran dilakasanakan dari rumah, namun pembelajaran tersebut diikuti oleh hampir seluruh peserta didik di kelas saya. Program ini juga memabntu mereka dalam mengembangkan potensi  dan minat yang mereka miliki dalam hal menghadapi perkembangan teknolgi.

Insyaallah kedepannya, saya akan mengajak rekan guru lain menerapkan program pembelajaran daring yang berdampak pada murid ini untuk dilaksanakan dalam kelas mereka masing-masing. Tentunya hal ini diperlukan pelatihan dan dukungan dari seluruh warga sekolah yang ada di sekolah saya. Agar selama pandemi peserta didik tidak merasa bosan belajar dari rumah sekligus dapat mengembangkan keterampilan guru dalam melaksanakan pebelajaran daring serta mengebangkan minat dan potensi peserta didik ke arah positif dalam menggunakan perkembangan teknologi yang ada.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara masuk ke kelas maya portal Rumah Belajar

Sistem pencernaan, pernafasan dan peredaran darah pada manusia

pembelajaram ekosistem